Sunday, April 15, 2018

Puasa Ramadhan

Agama.bloklimasatu.com - Puasa Ramadhan adalah amalan yang sudah pasti kita lakukan setiap tahunnya, dan setiap muslim pasti menantikan bulan yang memiliki banyak kelebihan dan hihmah yang daoat kita petik di dalamnya.

Sebelum lebih jauh kita membahas tentang ramadhan, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian puasa ramadhan dan dalilnya.


Puasa ramadhan adalah bulan yang dinantikan oleh seluruh umat islam di dunia, bulan dimana seluruh amalan baik ditingkatkan pahalanya, bulan dimana semua dosa diampunkan, bulan dimana doa doa dikabulkan, bulan dimana ada satu malam yang memiliki nilai lebih dari 1000 bulan, ialah malam lailatul qodar. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqoroh ayat 183-185 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kalian sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Wajib bagi orang-¬orang yang berat menjalankannya, (jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, itulah yang lebih baik baginya. Berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-¬penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Oleh karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia ber¬puasa pada bulan itu, dan barangsiapa yang sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggal¬kan itu pada hari-hari yang lain. Allah meng¬hendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak meng¬hendaki kesukaran bagi kalian. Hendaklah kalian mencukupkan bilangan (bulan) itu dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberi¬kan kepada kalian supaya kalian bersyukur.”

Adapun Hukum puasa dibulan ramadhan adalah wajib, karena puasa ramadhan adalah salah satu dari 5 rukun islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim yang sudah memenuhi syarat untuk menjalankannya. Yaitu baligh, berakal, suci dari haid dan nifas, muqim, dan kuat.

Sebelum kita silau lebih jauh akan keutamaan dari bulan puasa, akan lebih sah rasanya bila kita mengetahui ketentuan puasa ramadhan Karena bukan tidak mungkin ada diantara kita yang belum mengetahuinya. Adapun ketentuan tersebut meliputi syarat, rukun, dan hal-hal yang membatal puasa.

Adapun syarat dan rukun puasa ramadhan meliputi syarat wajib dan syarat sah sebagaimana yang akan saya jelaskan dibawah ini.

Syarat wajib puasa ramadhan adalah sebagai berikut:

(1) Sehat, tidak sedang sakit.
Dalam hal ini adalah sakit yang bila digunakan berpuasa akan lebih berbahaya akibatnya bagi pelaku. Namun jika hanya sekedar sakit ringan yang tidak timbul bahaya bila berpuasa, maka itu bukanlah alasan untuk meninggalkannya.

(2) Menetap, tidak sedang bepergian jauh
Karena kedua syarat diatas adalah meruapakan syarat wajib dan bukan syarat sah, maka tetap sah puasa bila dikerjakan, dan ditinggalkan harus menggantinya dihari lain.

(3) Suci dari haidh dan nifas.
Berbeda dengan yang nomor (1) dan (2), untuk syarat wajib yang ke-3 ini menyebabkan gugurnya kewajiban puasa saat itu dan wajib menggantiny dilain hari.

Adapun syarat sah puasa ramadhan adalah sebagai berikut:
(1) Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas.
(2) Berniat

Niat dilakukan setelah terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Atau dengan kalimat lain, niat dilakukan ketikan pelaku puasa diperbolehkan untuk berbuka, makan, minum, jima`, dan lain sebagainya yang dihalalkan Allah SWT.

Sedangkan rukun puasa adalah menahan diri dari nafsu. tidak hanya nafsu yang bersifat fisik, seperti makan minum, tetapi juga nafsu yang bersifat psikis, seperti menahan diri dari marah, menggunjing, dan perbuatan perbuatan buruk lainnya.

Sementara itu hal-hal yang mampu membatalkan puasa adalah sebagi berikut;
1) Makan dan Minum secara sengaja
2) Melakukan hubungan badan di siang hari
3) Muntah dengan sengaja
4) Masuknya sesuatu ke dalam lubang dalam tubuh secara sengaja ( kubul dan Dubur )
5) Gila atau hilang akal
6) Haid dan Nifas
7) Sentuhan yang menyebabkan keluarnya air mani
8) Murtad atau keluar dari agama islam
9) Menghisap asap rokok secara sengaja
10) Memasukkan jarum suntik ke dalam tubuh

Disamping keutungan-keuntungan yang saya jabarkan diatas tadi, masih banyak lagi hikmah puasa ramadhan yang akan kita dapatkan dari berbagai aspek., seperti: mengasah ketaqwaan, peleburan dosa, latihan kesabaran, benteng diri dari hal-hal negatif, memperdalam hubungan sosial, lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, memperbaiki akhlaq atau perilaku yang kurang baik sebelum datang datangnya bulan ramadhan, dan yang pastinya puasa ramadhan menigkatkan kesehatan.

Bila kita terus membahas bulan puasa, disamping merasakan berat dan lelahkan dalam memjalani puasa ramadhan, terlebih diawal dan akhir bulan puasa, kita juga mendapatkan nikmat puasa ramadhan yang tidak bisa dirasakan di bulan lain. Kenikmatan ini ada dua hal, yakni, kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat. Contoh kenikmatan dunia adalah, nikmat diperbolehkannya kembali menikmati hal-hal yang dilarang diwaktu siang, seperti makan, minum, dan lainnya. Sedangkan kenikmatan akhirat adalah kenikmatan akan pahala yang besar dan bertemu dengan Allah SWT.

Bagi para pembaca bila ingin menjadikan tulisan ini sebagai sumber makalah puasa ramadhan saya persilahkan dengan senang hati. Karena bagi saya pribadi ilmu tidak hanya untuk disimpat sendiri melainkan untuk disebarkan. Dengan tujuan, bila ada kesalahan ada yang membantu membetulkan atau sebaliknya.

Demikianlah artikel tentang puasa ramadhan, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi anda sekalian. Bila ada kesalah dan kekurangan pada tulisan saya, mari kita diskusikan di kolom komentar agar saya mampu memperbaiki diri guna kelanjutan artikel berikutnya.

Sunday, September 25, 2016

Agama Dalam Konteks Penulis


Assalamu`alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim.

Segala puji bagi ALLAH SWT pencipta segala yang ada di bumi dan di luar bumi.

Puji Yukur selalu terlimpahkan kepada Rasulullah SAW yang diberi mandat untuk memberi syafaat kepada ummatnya.

Pertama kami sampaikan terima kasih kepada Guru besar kami Al-maghfurlah Al-Kiyahi As-syakh Al-Ustadz K.H. Abdul Moehaimin Tamam, Ustadz Jazuli, Ustadz Abdul Faqih, Ustadz Aang Khunaifi, dan Ustadz-ustadz lain yang telah mengajarkan kami ilmu pengetahuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Menurut filolog Max Müller, akar kata bahasa Inggris "religion", yang dalam bahasa Latin religio, awalnya digunakan untuk yang berarti hanya "takut akan Tuhan atau dewa-dewa, merenungkan hati-hati tentang hal-hal ilahi, kesalehan" ( kemudian selanjutnya Cicero menurunkan menjadi berarti " ketekunan " ). Max Müller menandai banyak budaya lain di seluruh dunia, termasuk Mesir, Persia, dan India, sebagai bagian yang memiliki struktur kekuasaan yang sama pada saat ini dalam sejarah. Apa yang disebut agama kuno hari ini, mereka akan hanya disebut sebagai "hukum".

Banyak bahasa memiliki kata-kata yang dapat diterjemahkan sebagai "agama", tetapi mereka mungkin menggunakannya dalam cara yang sangat berbeda, dan beberapa tidak memiliki kata untuk mengungkapkan agama sama sekali. Sebagai contoh, dharma kata Sanskerta, kadang-kadang diterjemahkan sebagai "agama", juga berarti hukum. Di seluruh Asia Selatan klasik, studi hukum terdiri dari konsep-konsep seperti penebusan dosa melalui kesalehan dan upacara serta tradisi praktis. Medieval Jepang pada awalnya memiliki serikat serupa antara "hukum kekaisaran" dan universal atau "hukum Buddha", tetapi ini kemudian menjadi sumber independen dari kekuasaan.

Tidak ada setara yang tepat dari "agama" dalam bahasa Ibrani, dan Yudaisme tidak membedakan secara jelas antara, identitas keagamaan nasional, ras, atau etnis. Salah satu konsep pusat adalah "halakha" , kadang-kadang diterjemahkan sebagai "hukum" ",yang memandu praktik keagamaan dan keyakinan dan banyak aspek kehidupan sehari-hari.

Penggunaan istilah-istilah lain, seperti ketaatan kepada Allah atau Islam yang juga didasarkan pada sejarah tertentu dan kosakata.

Sedang menurut penulis sendiri, agama adalah sebuah keyakinan yang didasarkan kepada kepercayaan terhadap ALLAH SWT yaitu Tuhan yang menciptakan manusia pertama, yaitu Adam, AS., Malaikat, Jin, Makhluk-makhluk lain dan tempat tinggal bagi masing-masing makhluk.

Tidak ada agama yang paling benar di dunia ini, karena agama dalam konteks penulis adalah islam. Jadi agama yang benar di dunia adalah Islam. Sebuah ajaran yang mengajak kepada peninggalan keburukan dan perlakuan terhadap segala kebaikan. Dimana perbedaan adalah sebuah wujud kasih sayang Tuhan kepada Makhluknya ataupun dari makhluk satu kepada mahkluk lain tanpa melepaskan diri dari bentuk, warna, tempat. Selama semua diarahkan kepada ALLAH SWT dengan ajaran yang disampaikan oleh Utusannya, maka itu benar.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Agama#cite_note-2